Senin, 04 Februari 2013

makalah indonesia tata cara pengembangan paragraf


TATA CARA
PENGEMBANGAN PARAGRAF

ABSTRAK
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang paragraf dan pengembangannya. Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Paragraf mengandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Penggabungan antara buah pikiran dan kalimat lain dalam paragraf sebaiknya memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Dengan kepaduan kalimat-kalimat dalam suatu paragraf akan mempermudah pembaca memahami maksud yang ingin disampaikan oleh penulis. Dalam pengembangannya, paragraf memiliki berbagai jenis. Penentuan jenis paragraf bergantung pada jenis karangan yang akan dibuat. Penulis dapat menentukan sendiri jenis paragraf yang ingin dibuat.Pengalaman penulis dalam mengembangkan suatu paragraf sangat mempengaruhi kualitas paragraf tersebut. Terkadang penulis yang masih baru atau dalam masa belajar akan mengalami kesulitan membentuk suatu paragraf yang memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Terdapat berbagai jenis paragraf ditinjau dari letak kalimat utamanya. Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf.
Kata kunci: kesatuan, kepaduan, kelengkapan, jenis paragraf.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Mengembangkan sebuah gagasan pokok atau pikiran utama menjadi suatu paragraf yang terpadu bukan sesuatu yang mudah. Penulis yang masih dalam taraf belajar (tahap pemula) sering menemui kesulitan dalam memelihara kesatuan dari sebuah paragraf. Hingga saat ini mengembangkan paragraf yang memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan masih merupakan sebuah kesulitan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah yang dimaksud dengan paragraf ?
  2. Bagaimana mengembangkan suatu pikiran pokok menjadi sebuah paragraf ?
  3. Bagaimana sebuah paragraf dapat dikatakan memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan ?
C. Tujuan
Berdasarkan masalah diatas, maka tujuannya adalah sebagai berikut:
  1. Mengetahui apakah yang dimaksud dengan paragraf.
  2. Mengetahui cara-cara mengembangkan suatu pikiran pokok menjadi sebuah paragraf.
  3. Mengetahui sebuah paragraf memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan yang menjadikan suatu paragraf dikatakan memenuhi persyaratan.
D. Manfaat
Makalah ini diharakan mampu memberikan kajian tentang apa yang dimaksud dengan paragraf dan bagaimana mengembangkan sebuah pikiran pokok menjadi sebuah paragraf yang memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan atau dapat dikatakan paragraf yang memenuhi persyaratan.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Paragraf
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Paragraf merupakan himpunan kalimat yang saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. ( Akhadiah dkk, 1991 : 144 )
Keraf (1977 : 51 ), mennyebut paragraf dengan istilah alinea. Alinea adalah kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat.
Paragraf dapat juga dikatakan karangan yang paling pendek (singkat). Paragraf membantu membedakan dimana suatu gagasan mulai dan berakhir. Sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu.
B. Kegunaan Paragraf
Paragraf mempunyai beberapa kegunaan, yaitu :
  1. Menandai pembukaan topik baru atau pengembangan lebih lanjut topiksebelunnya.
  2. Menambah hal – hal yang penting atau merinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya atau paragraf terdahulu.
C. Macam – macam Paragraf
Berdasarkan tujuannya paragraf dapat dibedakan menjadi tiga , yaitu :
  1. Paragraf pembuka
Paragraf pembuka berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf ini mempunyai dua kegunaan, yaitu untuk dapat menarik perhatian pembaca dan menjelskan tentang tujuan dari penulisan itu.
  1. Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan. Secara kuantitatif paragraf inilah yang paling panjang dan antara paragraf dengan paragraf harus saling berhubungan secara logis.
  1. Paragraf penutup
Paragraf penutup berisi kesimpulan dari paragraf penghubung. Dapat juga paragraf penghubung berisi penegasan kembali mengenai hal-hal yang dianggap penting dalam paragraf penghubung. Paragraf ini berfungsi mengakhiri sebuah karangan sehingga tidak boleh terlalu panjang.
D. Syarat – syarat Pembentukan Paragraf
Persyaratan membentuk paragraf ialah kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan (Akhadiah dkk, 1991 : 148 ).
  1. Kesatuan ( kohesi )
Kesatuan atau kohesi dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Kohesi gramatikal, yaitu kesatuan dalam bentuknya.
  2. Kohesi leksikal, yaitu kesatuan dalam maknanya.
Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf ialah mengembangkan topik tersebut. Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam paragraf itu tidak terlepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik. Penyimpangan pada sebuah paragraf mungkin terjadi karena beberapa hal, misalnya karena penulis melamun atau bosan dengan topik yang sedang ditangani atau keinginan untuk mempengaruhi pembaca dengan memperkenalkan hal-hal baru, tetapi tidak relevan dengan isi. Yang perlu diingat adalah tujuan dari paragraf yang telah diperkenalkan dalam kalimat topik dan tujuan inilah yang menjadi pedoman dalam pengembangannya.
  1. Kepaduan (koherensi)
Suatu paragraf dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur, akan memperlihatkan adanya kepaduan. Kepaduan atau koherensi dititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat.
Kepaduan dalam sebuah paragraf dibangun dengan memperhatikan:
  1. Unsur kebahasaan yang digambarkan dengan:
  1. Repetisi atau pengulangan kata kunci
Kata kunci yaitu kata yang dianggap penting dalam sebuah paragraf. Pengulangan kata kunci berfungsi memelihara kepaduan semua kalimat.
  1. Kata ganti
Kata yang mengacu kepada manusia, benda biasanya diganti dengan kata ganti untuk menghindari kebosanan. Pemakaian kata ini berfungsi menjaga kepaduan antara kalimat-kalimat yang membina paragraf.
  1. Kata transisi atau ungkapan penghubung
Untuk menyatakan kepaduan dari sebuah paragraf ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frase (kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.
  1. Pemerincian dan urutan isi paragraf
Perincian dapat diurut secara kronologis (menurut urutan waktu), secara logis (sebab-akibat, akibat-sebab, khusus-umum, umum-khusus), menurut urutan ruang, menurut proses, dan dapat juga dari sudut pandangan yang satu ke sudut pandangan yang lain.
  1. Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakan lengkap, jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topic atau kalimat utama. Sebaliknya suatu paragraf dikatakan tidak lengkap, jika tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.
E. Struktur Paragraf
Dalam paragraf terdapat dua kalimat yang menjadi dasar atau struktur dasar sebuah paragraf, yaitu:
  1. Kalimat topik
Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau gagasan utama.
Ciri-ciri kalimat topik atau kalimat utama:
  1. Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut.
  2. Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
  3. Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain.
  4. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan kata transisi.
  1. Kalimat penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi menjelaskan kalimat utama.
Ciri-ciri kalimat penjelas:
  1. Merupakan kalimat yang tidak berdiri sendiri dari segi arti.
  2. Arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu paragraf.
  3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi.
  4. Isinya berupa rincian, keteranngan, contoh, data tambahan yang bersifat mendukung kalimat utama.
F. Letak Kalimat Utama
Penempatan kalimat utama dalam pengembangan sebuah paragraf bermacam-macam. Ada empat cara untuk meletakkan kalimat utama, yaitu:
  1. Pada awal paragraf
Paragraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan pikiran utama. Paragraf ini biasanya bersifat deduktif, dari umum kepada yang khusus.
  1. Pada akhir paragraf
Paragraf dimulai dengan kalimat-kalimat penjelas. Kemudian diikuti oleh kalimat utama. Paragraf ini biasanya bersifat induktif,dari yang khusus kepada yang umum.
  1. Pada awal dan akhir paragraf
Paragraf ini memiliki kalimat utama pada awal dan akhir paragraf. Paragraf ini merupakan gabungan dari paragraf deduktif dan induktif.
  1. Tanpa kalimat utama
Paragraf ini tidak mempunyai kalimat utama. Pikiran utama terbesar di seluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasanya digunakan dalam karangan yang berbentuk narasi (yang berbentuk cerita) atau deskripsi (yang berbentuk pelukisan). Pikiran utama didukung oleh semua kalimat.
G. Mengembangkan Paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas. Pikiran-pikiarn penjelas berfungsi memperrinci pikiran utama dalam sebuah paragraf. Tiap pikiran penjelas dapat dituang ke dalam satu kalimat penjelas atau lebih. Namun sebaiknya sebuah pikiran utama dituang dalam sebuah kalimat penjelas.
Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf.
  1. Berdasarkan teknik:
  1. Secara alamiah
Susunan logis ini mengenal dua macam urutan:
  1. Urutan ruang (special) yang membaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari atas ke bawah, dari luar ke dalam, dari kiri ke kanan, dan sebagainya.
  2. Urutan waktu (urutan kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau tindakan.
  1. Klimaks dan anti klimaks
Pikiran utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan-gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya.
  1. Umum ke khusus
Dalam bentuk umum ke khusus, pikiran utama diletakkan pada awal paragraph, kemudian diikuti dengan perincian-perincian. Sebaliknya dari khusus ke umum, dimulai dengan perincian-perincian dan diakhiri dengan kalimat utama.
  1. Berdasarkan isi:
  1. Perbandingan dan pertentangan
Untuk menambah kejelasan sebuah paparan, kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan. Dalam hal ini penulis menunjukkan persamaan dan perbedaan antara 2 hal tersebut. Yang dibandingkan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai persamaan dan perbedaan.
  1. Analogi
Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang kurang atau tidak dikenal umum. Analogi berfungsi menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut.
  1. Contoh-contoh
Sebuah generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca, kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkret. Dalam hal ini sumber pengalaman sangat efektif.
  1. Sebab-akibat
Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. Sebab sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai pikiran penjelas. Atau juga sebaliknya. Akibat sebagai pikiran utama dan sebab sebagai pikiran penjelas.
  1. Definisi luas
Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat atau bahkan beberapa alinea.
  1. Klasifikasi
Dalam pengembangan karangan, kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokkan ini biasanya diperinci lagi lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Berdasarkan tujuan dan sifatnya, paragraf dibedakan menjadi lima macam, yaitu paragraf deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi (Wiyanto, 2006: 64).
  1. Deskripsi
Deskripsi berasal dari verba to describe, yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan.
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan atau impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Paragraph ini membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, mersakan, atau terlihat dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
  1. Narasi (narration)
Narasi secara harfiah bermakna kisah atau cerita.
Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan. Narasi mementingkan urutan dan biasanya ada tokoh yang diceritakan.
  1. Eksposisi
Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
Paragraf ini biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahua/ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu.
  1. Argumentasi
Argumentasi diturunkan dari verba to argue (Ing) yang artinya membuktikan atau menyampaikan alasan.
Paragraf ini bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca, penulis menyertaka bukti, contoh, dan berbagai alas an yang sulit dibantah.
  1. Persuasi
Persuasi diturunkan dari verba to persuade yang artinya membujuk, atau menyarankan.
Paragraf ini merupakan pengembangan paragraf argumentasi yang pada akhirnya diikuti bujukan, ajakan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca. Perbedaaan antara persuasi dan argumentasi terletak pada sasarannya. Argumentasi menitikberatkan sasaran pada logika pembaca, sedangkan persuasi pada emosi atau perasaan pembaca walaupun tidak melepaskan logika.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan:
  1. Paragraf adalah karangan yang terdiri dari satu buah pikiran utama yang didukung oleh kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas dan kalimat penutup.
Paragraf berfungsi untuk menandai pembukaan topik baru atau pengembangan lebih lanjut dari topik yang sebelumnya dan untuk menambah hal-hal yang penting atau untuk merinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya.
Kalimat-kalimat di dalam paragraf saling bertalian dan memiliki kesatuan, koherensi, dan kelengkapan.
  1. Sebuah pikiran pokok berkembang menjadi sebuah paragraf dengan beberapa kalimat penjelas. Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf.
  2. Suatu paragraf dikatakan memenuhi persyaratan apabila mengandung kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Paragraf dianggap memiliki kesatuan apabila kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut tidak terlepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik. Selain itu, paragraf mempunyai kepaduan jika dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Apalagi jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik atau kalimat utama atau dengan kata lain mempunyai kelengkapan.
B.  Saran
Sebagai akhir dari tulisan ini penulis ingin memberikan saran, yaitu:
Membuat sebuah paragraf tidak semudah yang kita bayangkan selama ini. Sehingga latihan yang intensif akan lebih membantu dalam pembuatan sebuah paragraf yang memenuhi persyaratan
DAFTAR PUSTAKA
Nasucha, Yakub. Rohmadi, M. dan Wahyudi, Agus Budi. Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. 2009. Solo: Media Perkasa.
Skripsitelukbone. 2008. “Analisis letak kalimat utama” (online),(http://skripsitelukbone.blogspot.com/2008/10/analisis-letak-kalimat-utama-dalam.html, diakses tanggal 17 Maret 2009).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar